Jangan Lakukan 7 Hal Berikut Ini Wahai Para Pendaki Pemula

Klik Formasi - Setiap hal pasti ada kali pertamanya. Pertama kali sekolah, pertama kali pacaran, hingga pertama kali melakukan pendakian. Setiap orang pasti mengalami hal-hal pertama kali tersebut.

Ketika mendaki, pasti perasaan yang ada akan bercampur aduk. Ada rasa khawatir, cemas, dan juga excited. Seringnya, saking semangat malah membuat barang yang penting terlupakan dan tidak dibawa sama sekali saat mendaki.


Memang, tidak bisa dimungkiri kalau pertama kali mendaki gunung itu benar-benar bisa bikin kita melupakan hal yang seharusnya dilakukan, dan hal yang tidak boleh dilakukan.

Jujur deh, waktu kamu jadi pendaki pemula, pasti setidaknya tiga hal ini pernah kamu lakukan kan?

1. Salah pakai teknik packing
Coba jujur, pasti pertama kali kamu mendaki dan packing ransel, kamu menaruh barang yang paling berat di bawah yang kemudian diikuti dengan barang-barang yang lebih ringan di atasnya.

Sebenarnya teknik packing yang benar adalah dengan meletakkan barang yang paling ringan seperti sleeping bag, pakaian, dan sendal. Lalu baru kemudian diikuti dengan meletakkan barang yang lebih berat di atasnya seperti alat masak, jas hujan, kotak p3k hingga di bagian atas ransel.

Teknik packing seperti ini bisa membuat kamu terhindar dari rasa cepat lelah. Kesalahan meetakkan benda paling berat di bawah ransel bisa membuat pendaki cepat lelah selama menanjak.

2. Bawa barang yang terlalu banyak di ransel
Namanya mendaki pertama kali bisa membuat kita cemas dan memiliki keinginan untuk membawa barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Semua karena kita belum merasakan langsung apa yang akan dibutuhkan dan apa yang tidak akan digunakan selama di atas sana.

Yang paling sering terjadi adalah membawa baju yang terlalu banyak karena takut kotor Padahal, cukup bawa baju ganti satu setel saja kalau pendakian tidak lebih dari dua hari. Harus selalu diingat, baju ganti itu fungsinya adalah untuk mengganti baju kalau kehujanan.

3. Tidak membawa barang yang penting
Nah ini juga bisa jadi akibat dari terlalu banyak membawa barang di ransel, akibatnya ada saja barang yang penting yang tidak terbawa. Seperti misalnya hal yang paling esensial adalah membawa headlamp. Memang, benda tersebut kecil dan tidak terlihat terlalu penting jika telah membawa senter. Hanya saja, saat harus melewati medan yang gelap sambil berpegangan dengan kedua tangan, headlamp akan sangat membantu.

Barang penting lainnya yang sering terlupakan adalah membawa kantung plastik untuk mengangkut kembali sampah yang kamu hasilkan. 

4. Salah kostum karena kurang paham keselamatan diri sendiri
Saat pergi mendaki mungkin bagi sebagian orang hal yang diutamakan adalah berfoto di atas puncak sana. Nah, yang seperti ini yang biasanya berujung pada saltum atau salah kostum. Masih banyak lo sering ditemukan pendaki pemula yang berpakaian layaknya pergi ke mal.

Bahkan akan sering kita lihat pendaki pemula yang menggunakan celana jeans saat mendaki. Ini tentu sangat berbahaya. Kita semua tahu kalau celana jeans itu membuat langkah jadi lebih berat, kalau suhu dingin tidak akan mampu menjaga kehangatan tubuh, selain itu kalau basah akan sangat lama keringnya. 

5. Bawa mi instan sebagai menu makan di pendakian
Mi instan memang terdengar praktis dan mudah mengenyangkan, hanya saja sangat tidak disarankan untuk membawa mi instan sebagai perbekalan mendaki. Pasalnya, mendaki sangat membutuhkan tenaga yang cukup besar dan mi instan tidak akan memenuhi asupan energi yang dibutuhkan.

Selain tidak bernutrisi, mengonsumsi mi instan juga akan mempercepat metabolisme tubuh untuk menyerap cairan sehingga kita akan lebih cepat haus.  

6. Memakai jaket tebal selama berjalan mendaki
Memang, suhu udara di atas sana akan lebih dingin, semakin tinggi puncak akan semakin rendah suhu udaranya. Di sini lah kebanyakan pendaki pemula akan melakukan kesalahan dengan memakai jaket selama perjalanan mendaki.

Kalau kondisi tubuh sedang tidak sepenuhnya fit, maka akan berakibat lebih fatal. Memakai jaket yang tebal selama mendaki akan membuat tubuh jadi lebih cepat berkeringat dan lelah. Tenang saja, tidak perlu menggunakan jaket selama pendakian meskipun udaranya agak dingin, karena tubuh akan memanas dengan sendirinya 

Kecuali jika memang suhu dingin udara sudah tidak bisa ditolerir lagi, barulah menggunakan jaket. Tapi rasanya selama masih mendaki di wilayah tropis, pasti akan baik-baik saja. 

7. Menganggap gejala hipotermia sebagai kesurupan 
Gejala hipotermia sering kali dikaitkan dengan gejala kesurupan. Pertama bicara melantur, menggigil, lalu bertubuh pucat. Padahal orang yang mengalami gejala hipotermia harus segera ditangani, kalau tidak akan berakibat fatal.

Jika ada teman sependakian kamu yang mengalami gejala hipotermia langsung saja beri dia teh panas atau susu panas. Jangan beri kopi karena akan membuat tubuhnya lebih cepat dehidrasi.

Jika sudah tahu apa saja hal bodoh yang harus dihindari saat menjadi pendaki pemula tinggal buat rencana perjalanannya. Cek harga tiket pesawat Garuda Indonesia dan langsung booking dari jauh hari. Dapatkan promo dengan beli tiket pesawat di Reservasi.com.
Previous
Next Post »