Tata Cara Dan Panduan Tawaf Untuk Kesempurnaan Haji dan Umrah

Klik Formasi - Sebagai umat islam, ibadah haji maupun umroh merupakan hal yang selalu didambakan. Rukun islam kelima ini diwajibkan bagi umat islam yang mampu. Bukan hanya mampu dalam segi materi, namun juga mampu dalam segi kesehatan  maupun ilmu. Sebelum menjalankan ibadah haji atau umroh, calon haji atau umroh harus melakukan manasik haji atau umroh terlebih dahulu. Dengan melakukan manasik, maka akan memudahkan untuk menjalankan ibadah sesuai syariat islam.

Salah satu rukun dalam haji atau umroh adalah thawaf. Thawaf ini dilakukan sebanyak tujuh putaran. Sobat semuanya perlu mengetahui  tatacara dan panduan thawaf saat umroh atau haji  terlebih dahulu. Berikut informasi selengkapnya untuk sobat.

  • Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca: “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya , maka cukup dengan mengusapnya. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan kanan. Ini dilakukan pada tiap putaran thawaf.
  • Thawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran. Dimulai dari hajar aswad dan imberakhir di hajar aswad pula. Disunahkan untuk berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama, dan berjalan biasa pada empat putaran terakhir.
  • Bagi laki-laki saat thawaf umroh tujuh putaran disunnahkan dalam posisi Idhtiba’, yaitu menjadikan bahu kanan terbuka sementara bahu sebelah kiri tertutup. Posisi Idhtiba’ ini dilakukan saat thawaf umroh saja. Adapun saat diluar itu maka posisi kedua bahu dalam keadaan tertutup.
  • Disunahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf, namun tidak menciumnya. Apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.
  • Ketika berada diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunahkan untuk membaca: “Robbana aatina fiddunya hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannar.” 
  • Tidak ada zikir atau bacaan tertentu pada setiap putaran thawaf. Dan seorang yang thawaf, boleh membaca Al-Qur’an atau doa dan zikir yang dikehendakinya sekalipun bahasa Indonesia.
  • Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya lalu menuju ke Maqam Ibrahim sambil membaca: “Wat takhidzuu mim maqoomi ibrohohima musholla” yang artinya “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat sholat” (QS. Al-Baqarah: 125).
  • Shalat sunah thawaf dua rakaat dibelakang Maqam Ibrahim. Adapun jika terdapat orang-orang yang mengerjakan shalat, maka sholat boleh dilakukan dimanapun didalam Masjidil Haram.

Memahami tata caradan panduan thawaf saat umroh atau haji sangat penting dilakukan untuk menyempurnakan umroh atau haji sobat. Namun menghargai dan menjaga keselamatan sesama muslim juga harus diutamakan.
Previous
Next Post »

3 komentar

Click here for komentar