Om Telolet Om dan Fenomena Dibaliknya

Klik Formasi – Siapa yang tak pernah mendengar kalimat Om Telolet Om? Kalimat pendek tersebut menjadi viral belakangan ini. Bukan hanya di Indonesia, bahkan dunia pun ikut mengkicaukan hal serupa. Entah mengapa kalimat itu begitu populer. Namun bagiku, telolet-telolet itu bukan lagi hal baru. Jauh sebelum telolet viral di media sosial, teman sekelasku sudah membuatku bising dengan telolet itu, namanya adalah Tegar.


Melihat fenomena telolet ini membuat hati dilema. Bingung harus bersikap jengkel atau demen? Dua alasan ini beralasan. Pertama, bayangin kamu buat status, sedang makan, stay di kamar mandi, ada teman kamu yang bilang ‘om telolet om’. Jangan tanya mengapa stay di kamar mandi, yang jelas kalimat itu semakin menjengkelkan, berdoa saja semoga tidak terbawa mimpi. Kalau sampai masuk mimpi, bisa-bisa kamu miss dengan mimpi indah selama berhari-hari.

Sobat, ketimbang ramai-ramai di pinggir jalan nunggu bus sambil memegang kertas bertuliskan ‘om telolet om’ mending mencoba hal lain yang lebih bermanfaat. Mijitin kaki ‘emak’ yang sudah melahirkan kita dengan taruhan nyawa. Emak jadi bangga, kita didoain jadi orang sukses, peluang masuk surga lebih besar. Atau ‘ngerokin’ punggung ‘babe’ yang ‘item’ terkena tanah liat ditambah sinar ultraviolet. Lebih jelas manfaatnya daripada ‘njamur’ di pinggir jalan menunggu bus lewat dengan klaksonnya yang justru bisa merusak gendang telinga. Ingat, obat sakit telinga mahal!

Lagi, buat sopir bus. Jangan terbawa suasanya orang di pinggiran jalan itu dengan tidak meng-klakson karena menuruti orang di pinggir jalan. Setidaknya bisa menghemat daya ‘aki’ lebih lama. Gunakan klakson sebagaimana mestinya, bukan untuk main-main. Kita tidak pernah tahu, dengan siapa kita berhadapan. Kalau sampai klakson telolet itu mengagetkan orang ‘latah’ atau mereka yang punya penyakit jantung, bisa-bisa kelar hidupnya. Naudzubillah.

Selain fenomena di atas, telolet juga memunculkan ‘ahli bahasa’ dadakan. Mulailah kalimat ‘om telolet om’ dibedah bahasanya. Fenomena semacam ini bukan pertama kali. Setelah ‘Pokemon Go’ yang viral waktu itu dikaitkan dengan bahasa sana-sini, sekarang giliran ‘om telolet om’ jadi sasaran berikutnya. Bagiku, fenomena ini adalah humor cocokologi.

Sebenarnya banyak yang ingin kutulis, namun mata sudah sayup ingin segera berbaring. Lupakan alasan demen dengan telolet itu. Anggap saja itu tidak pernah ada. Jika boleh berpesan, jagalah perasaan orang di sekitar kita dengan tidak telolet-telolet setiap saat, baik di dunia nyata maupun bermedia sosial.
Previous
Next Post »

7 komentar

Click here for komentar
25 Desember 2016 23.36 ×

Wajar gan indonesia ini lagi diserang yg namanya wabah kayak gitu.

Reply
avatar
Abdul Rozak
admin
26 Desember 2016 03.06 ×

'Wabah' kyak virus aja gan hehehe

Reply
avatar
26 Desember 2016 06.02 ×

paling cuman bertahan beberapa hari gan,, hehe

Reply
avatar
Abdul Rozak
admin
26 Desember 2016 10.14 ×

Tak ada yang abadi kecuali Tuhan, gan.

Reply
avatar
3 Januari 2017 13.39 ×

bener gan, setiap ada yang viral di Indonesia, pasti dikaitkan dengan ini dan itu

Reply
avatar